Tampilkan postingan dengan label hh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hh. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 September 2010

konfront

Benarkan Iran Memprovokasi Dunia?

E-mail Print PDF
Untuk memperkuat posisi tawarnya menghadapi Barat, Iran melakukan pengayaan 20 persen uranium sambil tetap membuka peluang pengayaan di luar negeri

Oleh: Musthafa Luthfi*

Begitu Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad mengumumkan pengayaan uranium sebesar 20 persen di dalam negeri pada 7 Februari lalu sebagai respon atas lambannya negara-negara besar (Barat) merestui keinginan Iran menyangkut tukar menukar uranium di luar negeri, serentak dunia Barat yang dikomandoi AS menyebut negeri Mullah itu memprovokasi (baca: menantang) dunia.

Keputusan Iran tersebut mendorong AS makin intensif melakukan “kasak-kusuk” mengajak masyarakat dunia untuk memusuhi Iran, bukan saja lewat kecaman, tapi tindakan nyata, mulai dari sanksi lebih berat hingga serangan militer atas instalasi nuklir untuk menggagalkan ambisinya menjadi negara nuklir yang bisa menjadi momok Barat dan Israel. Slogan yang diusung adalah “Iran memprovokasi dunia”.

Dari enam negara besar (lima anggota tetap DK PBB plus Jerman) yang menangani masalah nuklir Iran itu, AS akhirnya berhasil setidaknya hingga saat ini meyakinkan lima negara (AS sendiri tentunya plus Inggris, Perancis, Rusia, dan Jerman) tentang perlunya peningkatan sanksi yang lebih berat. Untuk membujuk Cina tampaknya AS masih perlu upaya ektra intensif agar bergabung ``menggencet`` Teheran. Rusia yang sebelumnya menolak pemberatan sanksi, akhirnya melunak juga dan siap bersama Barat.

Di lain pihak, Menlu AS, Hilary Clinton mulai secara intensif melakukan ”kasak-kusuk” di negara-negara Teluk, seperti yang pernah dilakukan negeri Paman Sam itu saat merencanakan serangan atas rezim Saddam Hussein di Iraq pada 2003. Paling tidak ada tiga tujuan utama dari lawatan Clinton ke enam negara Dewan Kerjasama Teluk (GCC) yang dimulai dari Qatar 13 Februari lalu sekalian menyampaikan sambutan di hadapan Forum AS-Dunia Islam yang ke-7 di Doha.

Minggu, 19 September 2010

kebesaran nikmat


Jeddah (also spelled Jiddah, Jidda, or Jedda; Arabic: جدّةJidda) is a Saudi Arabian city located on the coast of the Red Sea and is the major urban center of western Saudi Arabia. It is the largest city in Makkah Province, the largest sea port on the Red Sea, and the second largest city in Saudi Arabia after the capital city, Riyadh. The population of the city currently stands at over 3.4 million. It is an important commercial hub in Saudi Arabia.
Jeddah is the principal gateway to Mecca, Islam's holiest city, which able-bodied Muslims are required to visit at least once in their lifetime. It is also a gateway to Medina ,the second holiest place in Islam.